Bung

Bung
Karya : Ridho

Bung ....
Letusan peluru itu, kini hanya dentum di dada para perangkum syair puisi dan pantun.

Dulu, 67 tahun yang lalu. Ia kau rasakan begitu nikmat bersarang didadamu. Hingga darah yang mengalir bak air susu ibu pertiwi yang begitu lezat dan menjadi gempita pengukir senyum kematianmu.
Anda dan kalian, atau mereka para pahlawan .... Dan aku disini hanya memangu pedih setelah engkau tinggalkan ditugu tugu dan pusara kubur bintang kehormatan.

Lihatlah ... Kini busung dada kalian yang perkasa hanya menjadi syair kebangsaan disetiap apel upacara kemerdekaan dan ritual doa pesyukuran. Lalu, duduk manis dimeja dan tamu kehormatan.

Maafkan kami bung !!
Kami belum sanggup mengganti darah dan nyawamu.
Kami belum mampu meluluskan semua amanahmu.
Hanya nyeri bersarang didada
Hanya linang air mata. 
Selebihnya, kami belum bisa apa apa.

Jkrt,090817.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kepada Engkau | Puisi untuk Guru

KEPADA ENGKAU ;Guru di Pesisir Negeri Engkau datang menjelma angka-angka Menjelma huruf-huruf Bangkit setelah kebutaan Terbit...