Beberapa Ekor Anjing

Tonton Juga Videonya :
Beberapa Ekor Anjing
Karya : Yuanda Isha

Satu berwarna hitam. Tetapi bulu-bulunya sudah dicat berwarna putih
Sedang beberapa ANJING lain tetap abu-abu
Tetap melolong tak tentu
Memakan siapa saja. Anjing-anjing lain di sekelilingnya

Kau di Sana Aku di Sini

Tonton Juga Videonya :
Kau di Sana Aku di Sini
Karya : Jon Blitar

Beginilah jadinya
Kau di sana dan aku di sini

Di sini, kudirikan bivak untuk menunggumu
Lalu, kunyalakan api unggun di tengah temaram
Kujaga terangnya tetap bertahan, mungkin juga semakin suram

Munajat Cinta

Tonton Juga Videonya :
Munajat Cinta | Puisi Cinta
Karya : Jon Blitar

Dibawanya jiwa, perahu tanpa nahkoda. Ia tersesat
Hilang kompas di hamparan batas; pandangan mata

Cinta yang Hilang

Tonton Juga Videonya :
CINTA YANG HILANG
Karya : Jon Blitar

Tak lagi terdengar, tembang cinta yang menderai syahdu di kalbu
Ia sudah pergi, melalui celah pintu-pintu pualam
Rintih...
Lirih...
Nyanyian  cinta sumbing di ujung rindu

Tentang Kita

Tonton Juga Videonya :
TENTANG KITA
 Karya : Fitri Niswani

Di rumah ini ada aku, saat  terbangun dari mimpi 
Menepi jua bersembunyi 
Dari sayatan luka hati 
Hingga tak ada lagi derai yang menggaris di pipi

Surat untuk Pemimpin Baru

Tonton Juga Videonya :
Surat untuk Pemimpin Baru
Karya : Jon Blitar

Hormat kami untuk bapak yang duduk di singgasana
Mohon jangan sembunyi di balik beranda istana

Masih banyak yang kau kerjakan pak
Demi kemajuan kelak

Kota Ini Milik Kalian

Tonton Juga Videonya :
KOTA INI MILIK KALIAN
Karya : Huda Nor
Grup : Sastra Pujangga Indonesia 

di belakang gedung tinggi itu
kalian bebas tinggal
bersama angan yang mulai
satu-satu tanggal dan
cericit tikus selokan

Kaum Martir

Tonton Juga Videonya :
KAUM MARTIR
Karya : Ripki A.
Grup : Jurnal Misteri

Orang pinggiran hidupnya santai
Saban siang jalan-jalan
Malamnya tiduran di lantai-lantai
Lupa tadi pagi belum sarapan

Kesiur Perempuan Kecil

Tonton Juga Videonya :
KESIUR PEREMPUAN KECIL
Karya : Jay SaFi
Group : Fiksi dan Puisi Mini FIPIMI

Subuh masih meringkuk berselimut awan
Piring kosong pupus hasrat cacing kelaparan
Cemas, tudung saji tanpa sajian
"Kak, hari ini ada makanan?"
"Ada! Sebentar lagi sop kijing."
"Esok? Semur kijing."
"Esoknya lagi? Tumis kijing."
Dan ... bibir mereka pun tersungging

Sketsa Jelata

Tonton Juga Videonya :
SKETSA JELATA
Karya : Ikmal Wong
Grup : PURI PUSTAKA PADIKA

Apalagi yang harus diceritakan?
tentang kaumku
: ia yang berkejaran dengan waktu, melukis mimpi yang enggan menghampiri
: ia yang mengorek dada sendiri, membuat ceruk bagi para pendulang mimpi bersembunyi.

Pribumi Tersisih

Tonton Juga Videonya :
PRIBUMI TERSISIH
Karya: Bianz Liebe
Grup : Sastra Pujangga Indonesia

Lihatlah Tuan, inilah pemandangan indah anda
Berhias genangan air, serakan sampah yang berlomba
Sementara kami disalahkan sebagai kaum teraniaya
Bukankah semua kiriman dari sana?

Bunga di Tepi Jalan

Tonton Juga Videonya :
BUNGA DI TEPI JALAN
Karya : Diaz

Grup : RAIN ( Rangkaian Indah Aksara Nusantara )

Di antara wangi
Tanahku terisolasi
Tanpa warna
Hanya disirami air mata
Tumbuh benih-benih sengsara

Kepada Kota

Tonton Juga Videonya :
KEPADA KOTA
Karya : Dian Rusdi
Grup : Forum Sastra Indonesia (FORSASINDO)

Selamat pagi, Kota? Masihkah sendu-terseduh? 
Bait-bait hidup mengaksara hitam, bagai labirin yang kukuh. Angkuhnya waktu 
kerap memperkosa. Tak terasa melahirkan berjuta kata-kata. Kadang terbaca, terkadang tidak

Sekembalinya Keindahanmu

Tonton Juga Videonya :
SEKEMBALINYA KEINDAHANMU
Karya : Jon Blitar

Di matamu, hidungmu, jua parasmu
Adalah senja di ufuk barat yang terhias pelangi di hitam mataku
Begitu sedap ketika indahnya menjadikan candu pandangku. Tak jemu!

Penggalan yang Terlupa

Tonton Juga Videonya :
Penggalan yang Terlupa
Karya : Jawempi

Yang terlupa ketika
gadis itu sesenggukan di tepi dipan

Air matanya bertanya pada Sesembahan
ada apa dengan kodratnya perempuan
Otaknya ditumpulkan pekerjaan badan
senggama, melahirkan, memberi makan

Membaca Pelangi

Tonton Juga Videonya :
Membaca Pelangi
Karya : Achmad Hidayatullah

Selebihnya kubaca pelangi
Di antara sunyi
Yang sengaja kutaburi nyeri
: katanya telah pulang

Di Tipis Dada Engkau Mama

Tonton Juga Videonya :
Di Tipis Dada Engkau Mama
Karya : Azmy Sabia

Membaca rela di matamu
Ini seperti nyeri, bertubi-tubi
Tak ada yang kuinginkan selain fajar yang lain
Fajar yang membawa kupu-kupu, untukmu

Pagelaran Wayang Edan

Tonton Juga Videonya :
Pagelaran Wayang Edan
Karya : Jawempi

Wayang ini kok lakonnya aneh
Ceritanya pendek tapi nyeleneh

Petugas madya didaulat menjadi raja
Sabda indahnya pun jadi tak terasa
Pemerintahan dirusuhi tiga dalang
Semua memerintah dan melarang

Bahasa Benda

Tonton Juga Videonya :
Bahasa Benda
Karya : Red

Begitulah, cara kami saling menerjemah
Tentang bahasa-bahasa benda
Aspal kepada roda, manusia kepada kertas tulis
Berisi kabarnya sendiri

Bagiku Kau yang Sempurna

Tonton Juga Videonya :

Bagiku Kau yang  Sempurna

Karya : Serumpun Hening ( Yani )

Aku yang singgah di tegar dadamu yang kekar
Merasai peluk hingga ketuk detak jantung lonjak begitu hiruk
Rengkuh kian kokoh rapuhku 
Di sepasang lenganmu yang topang lunglai lubuk

Panggilan Cinta

Tonton Juga Videonya :
Panggilan Cinta

Karya : Nurmasari

Datanglah, Sayang ...
Tatap gelora dalam cinta
Dengar deru rinduku yang kian sumbang
Resapi jua rasa nan gumuli sukma

Hari Masih Gelap

Hari Masih Gelap

Karya : Boby

Hari masih gelap, Jul
Langit lupa memasang tirai biru malam ini
Atau seseorang mencurinya darimu?
lewat jendela dan pintu yang belum lama terkunci sore tadi
Angin berpura-pura terjaga menemani dan memelukmu dari belakang
Padahal ia sedang bercumbu dengan waktu di sudut kamar

Kepada Engkau | Puisi untuk Guru

KEPADA ENGKAU ;Guru di Pesisir Negeri Engkau datang menjelma angka-angka Menjelma huruf-huruf Bangkit setelah kebutaan Terbit...